Langsung ke isi
Tanah Atas

Sidemen, Karangasem · farm to table

Dipetik pagi ini, 400 meter dari dapur.

Warung kebun di Sidemen. Sayur sama bebek dari kebun sendiri, sisanya dari tetangga sebanjar. Menu ganti tiap Senin, ikut panen.

Kalau ada satu sayur di piring kamu yang bukan dipetik hari ini, makanan kamu gratis.

Petak sawah hijau dilihat dari dekat, dengan barisan pohon kelapa dan langit biru di kejauhan
400 m
dari kebun ke dapur
9
hasil panen minggu ini
8 mnt
rata-rata kita bales WA

Minggu ini

Yang lagi dipetik

  • kacang panjang18 kg · kebun sendiri
  • daun kelor7 kg · kebun sendiri
  • nangka muda22 kg · kebun sendiri
  • terong ungu11 kg · kebun sendiri
  • bebek 14 minggu9 ekor · kandang sendiri
  • pisang batu6 tandan · kebun sendiri
  • jeruk limau4 kg · kebun sendiri
  • kecombrang3 kg · Sinduwati, 2 km
  • beras merah40 kg · sawah Tabola, 1,2 km

Dipetik Senin sama Kamis subuh. Angka di sebelahnya jumlah yang masuk dapur minggu ini.

Menu ganti 17 Agt, begitu petikan pertama masuk dapur

Lihat menu lengkap

Kenapa orang ragu

Makan di Bali sering bikin kamu ragu duluan.

Bukan soal enak atau nggak. Tapi soal hal-hal kecil yang bikin kamu akhirnya balik lagi ke tempat yang udah pernah.

  1. 01

    Menunya nggak ada di internet

    Kamu udah nyetir 40 menit, sampai sana baru tahu harganya dua kali lipat dari yang kamu kira. Atau isinya cuma tiga item.

  2. 02

    Katanya dari kebun, buktinya mana

    Hampir semua warung nulis farm to table. Nyaris nggak ada yang mau nyebut kebunnya di mana, panen kapan, jaraknya berapa meter.

  3. 03

    Nanya di Instagram, dibales tiga hari kemudian

    Padahal kamu cuma mau tahu masih ada meja buat berlima jam tujuh atau nggak.

  4. 04

    Vegan atau bebas gluten? Semoga aja

    Nanya ke pelayan, pelayan nanya ke dapur, dapur nanya ke kokinya. Kamu udah kelaparan duluan.

  5. 05

    Parkirnya bikin deg-degan

    Jalan di Sidemen sempit dan nanjak. Nggak ada satu pun yang kasih tahu mobil kamu ditaruh di mana.

  6. 06

    Sampai sana, dapur udah tutup

    Katanya buka sampai jam sembilan. Last order-nya jam delapan lewat, dan itu nggak ketulis di mana-mana.

Enam-enamnya kita jawab di halaman ini, sebelum kamu keluar rumah.

Bedanya di sini

Tahu persis apa yang kamu makan, dan dari mana.

Semua angka di bawah ini bisa kamu cek sendiri di menu, atau kamu tanyain langsung pas datang.

400 mJarak yang bisa kamu jalan kaki
Kebunnya persis di belakang warung. Mau lihat dulu sebelum makan? Bilang aja, nggak perlu janjian, nggak ada biaya tur.
Tiap SeninMenu yang jujur sama musim
Kalau kacang panjang lagi meledak, ya seminggu itu kacang panjangnya banyak. Kita nggak pernah kirim orang ke pasar Denpasar cuma biar menu bulan lalu tetap ada.
6 jamBebek betutu yang beneran dipendam
Dibungkus daun pinang, dipendam di bara sekam dari jam empat subuh. Bukan yang dipanasin ulang pas kamu pesan.
12 dari 20Menu tanpa produk hewani
Penandanya ketulis di daftar menu, bukan ditanyain ke dapur. Yang bebas gluten juga ada tandanya sendiri.
8 menitRata-rata kita bales WhatsApp
Selama jam buka, yang bales orang dapur langsung. Kamu nggak lagi ngobrol sama bot.
6 mobilParkir di halaman, bukan di bahu jalan
Enam slot mobil di depan, motor sebanyak apa pun muat. Gratis, dan ada yang jagain sampai tutup.

Galeri

Kebun, dapur, terus piringnya.

Dua puluh foto sama satu video pendek dari dapur.

Koki menuang kaldu ke wajan besi berisi potongan iga dan taburan daun segar, uapnya naik di atas kompor dapur
0:00

VideoSehari di Tanah Atas, dari petik sampai piringVideonya kita host sendiri, bukan sematan YouTube. Jadi nggak ada cookie atau pelacak pihak ketiga, dan nggak ada logo platform lain nutupin dapur kita.

Bulir padi yang mulai menguning di antara daun, pohon kelapa berdiri di belakangnya
Nasi campur di atas daun pisang: lawar sayur berkacang, ayam suwir bumbu hijau, mi goreng, dan sate lilit
Satu tangkai padi berembun disinari matahari pagi dari belakang
Satu paha bebek goreng utuh dengan nasi putih dan sambal hijau di mangkuk kecil
Petak sawah menguning bertingkat dengan pagar batu rendah dan pepohonan rapat di belakangnya
Piring berisi nasi, ayam bakar, urab tauge dan daun, irisan timun, serta sambal di mangkuk oranye
Hamparan sawah hijau sampai ke garis cakrawala di bawah langit sore
Piring putih berisi nasi hangat dengan bawang goreng, kacang goreng, tahu bersambal tomat, dan sambal matah
Barisan bibit padi muda yang baru ditanam di petak sawah berair
Ayam goreng tepung disiram kuah daun jeruk, disandingkan nasi putih dan kerupuk
Bulir padi hijau dan kuning yang masih berembun kena cahaya pagi
Dua piring: nasi dengan tempe orek, ikan bersambal, telur, dan sayur; di sebelahnya sambal, kemangi, dan kol segar
Foto hitam putih sebuah gubuk beratap seng di tengah sawah yang baru ditanami
Piring nasi dengan daging berbumbu cokelat pekat, urab sayur, dan kerupuk udang
Padi yang hampir siap panen, daunnya masih basah embun pagi
Sepasang tangan menaruh piring nasi goreng berisi ayam dan kerupuk di atas meja
Tangkai-tangkai padi kena sinar matahari langsung, diambil dari jarak dekat
Piring nasi dengan ayam goreng bersambal merah, telur rebus, dan irisan timun di sisi daun pisang
Lembah berisi petak-petak ladang dan sawah, jalan desa yang berkelok, dan barisan bukit di kejauhan
Sawah hijau yang lebat, bulir padinya belum berat oleh isi

Kata tamu

Yang udah nyetir sampai atas.

Lima ulasan, semuanya dari tamu yang datang tahun ini.

Nanya lewat WA jam empat sore, dibales enam menit. Jam tujuh mejanya udah siap buat berenam. Bebek betutunya beneran dipendam, daun pinangnya sampai gosong.
Gede Arya NugrahaSemarapura, Klungkung
Aku vegan dan biasanya mesti interogasi pelayan dulu. Di sini tandanya udah ketulis di menu, sambal matahnya juga tanpa terasi. Urab kelornya aku pesan dua kali.
Rania PutriDenpasar
Nyetir dari Ubud satu jam sepuluh menit, parkirnya gampang, halamannya luas. Anak dua umur 4 sama 7 betah karena boleh lihat bebeknya di kandang.
Marcel DuboisLyon, Prancis
Datang bulan Maret sama bulan Juli, menunya beda total. Yang Juli malah lebih enak. Kelihatan emang beneran ngikut panen, bukan gaya-gayaan.
Ni Kadek WidianiAmlapura, Karangasem
Harga di website sama persis sama yang di bon. Nggak ada service charge dadakan, nggak ada pajak nempel di belakang. Buat aku itu udah cukup jadi alasan balik lagi.
Tom HaugenBergen, Norwegia

FAQ

Yang paling sering ditanyain.

Kalau yang kamu cari nggak ada di sini, WhatsApp aja. Biasanya kita bales dalam 8 menit selama jam buka.

Menunya ganti tiap minggu, gimana aku tahu isinya?

Menu di halaman ini yang berlaku minggu ini, lengkap sama tanggalnya di atas daftar. Kita perbarui tiap Senin pagi begitu petikan pertama masuk dapur. Kalau ada yang habis di tengah minggu, kita kabarin pas kamu booking.

Perlu reservasi atau bisa langsung datang?

Bisa langsung. Tapi kalau lima orang ke atas, atau kamu mau bebek betutu, mesti WhatsApp dulu. Betutunya dipendam dari jam empat subuh, jadi nggak bisa dadakan.

Ada pilihan vegan atau bebas gluten?

Ada. 12 dari 20 menu kita tanpa produk hewani, dan penandanya ketulis langsung di daftar menu. Sambal matah kita nggak pakai terasi. Kalau alerginya berat, bilang pas booking biar wajannya kita pisah.

Parkirnya gimana? Jalan Sidemen kan sempit.

Ada halaman sendiri di depan, muat 6 mobil. Motor nggak dihitung. Gratis, dan kamu nggak perlu parkir di bahu jalan.

Ada wifi sama colokan buat kerja?

Wifi ada dan kenceng. Colokan cuma di 5 meja bagian dalam. Jam 12 sampai 2 siang biasanya penuh, jadi kalau mau kerja datang pagi atau sore.

Bisa bawa anak sama anjing?

Dua-duanya boleh. Ada 2 kursi bayi, dan anak-anak biasanya betah karena boleh lihat bebek di kandang. Anjing boleh di teras sama halaman kebun, bukan di ruang dalam.

Bayar pakai apa aja?

Tunai, QRIS, kartu debit sama kredit. Harga di menu udah final, udah termasuk pajak, nggak ada service charge nempel di bon.

Dari Ubud atau Candidasa berapa lama?

Dari Ubud sekitar 1 jam 10 menit lewat Klungkung. Dari Candidasa 40 menit, dari Amlapura 45 menit. Sepuluh menit terakhir jalannya nanjak dan sempit, jadi pelan-pelan aja.

Bisa buat acara atau rombongan?

Bisa sampai 24 orang. Kabarin 2 hari sebelumnya biar kita bisa nambah petikan. Kalau acaranya di kebun, kasih tahu seminggu sebelum.

Tentang

Warung ini mulainya dari kebun, bukan dari dapur.

Tanah Atas dulunya cuma kebun sayur punya keluarga di Banjar Tabola. Tahun 2019 kita bikin empat meja di pinggirnya buat orang yang kebetulan lewat, dan ternyata orangnya balik lagi. Sekarang mejanya sebelas, kebunnya masih yang itu juga.

Kita nggak punya menu tetap karena kebun juga nggak punya menu tetap. Tiap Senin subuh petikan masuk dapur, terus baru kita tulis mau dimasak apa. Kalau kacang panjangnya lagi meledak, ya seminggu itu kacang panjangnya banyak. Kalau nangka mudanya belum siap, ya nggak ada.

Yang nggak bisa kita tanam sendiri, kita ambil dari orang di banjar yang sama. Bebek dari kandang belakang, nila dari kolam di Iseh, arak dari Tri Eka Buana. Semuanya ketulis di menu lengkap sama jaraknya, biar kamu bisa ngecek sendiri.

Buka
10.00
Tutup
21.30
Last order
20.45
Luas kebun
0,4 ha
Jarak kebun
400 m
Meja
11
Mulai
2019
Bebek per minggu
9 ekor
Foto hitam putih sebuah gubuk beratap seng di tengah sawah yang baru ditanami

Booking

Sekali tap, mejanya udah dipesan.

Isi tiga kolom di bawah, WhatsApp kamu kebuka dengan pesannya udah ketulis lengkap. Nggak ada form yang dikirim ke server, nggak ada email konfirmasi. Rata-rata kita bales 8 menit selama jam buka.

Kalau ada satu sayur di piring kamu yang bukan dipetik hari ini, makanan kamu gratis.

Booking cepat

orang
Buka WhatsApp

Nggak ada data yang dikirim ke mana-mana. Tombol ini cuma nyusun pesannya lalu buka WhatsApp di HP kamu.

Alamat
Jl. Raya Sidemen No. 27Banjar Tabola, SidemenKarangasem 80864, Bali
Patokan
600 meter utara Jembatan Kuning SidemenSeberang Pura Dalem Tabola, gerbang kayu warna hijauHalaman parkir 6 mobil persis di depan
Jam buka
Tiap hari 10.00 sampai 21.30Last order dapur 20.45